Kamis, 05 Januari 2012

Kisi-Kisi UN 2012

Badan Standar Nasional Pendidikan  selaku penyelenggara Ujian Nasional telah menerbitkan Peraturan Nomor: 0012/P/BSNP/XII/2011 tentang Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, dan Sekolah Dasar Luar Biasa Tahun Pelajaran 2011/2012 dan Peraturan  Nomor: 013/P/BSNP/XII/2011 tentang Kisi-Kisi Ujian Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2011/2012.
Sementara itu, untuk mengedukasi semua pihak yang berkepentingan dengan Ujian Nasional,  Kemendikbud dan BNSP  telah bekerja sama menerbitkan Buku Tanya Jawab  tentang Ujian Nasional dan Materi  Presentasi Sosialisasi  Ujian Nasional  2012.
Informasi tentang UN dapat lihat dalam permendiknas di bawah ini :

Jumat, 23 Desember 2011

Enam Langkah Tip Mewujudkan Impian

Setiap orang mempunyai impian dalam hidupnya. Ada beberapa orang yang mencoba mewujudkan impian dan harapan, mereka memiliki niat besar untuk mencapai impiannya tetapi ketika mereka menemukan kendala, mereka putus asa dan akhirnya mereka merasa gagal. Setiap usaha yang dijalan menginginkan keberhasilan dalam usaha. Mampu mengembangkan usahanya, itu merupakan impian para pengusaha. Untuk mewujudkan impian menjadi sebuah kenyataan kita harus melakukan beberapa langkah. Berikut 6 langkah mewujudkan impian menjadi kenyataan yang dapat membantu anda :

Kamis, 22 Desember 2011

Budaya Instan Di Tengah Pendidikan

Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. ini artinya pendidikan merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting. sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang, akan tertinggl dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik, sebagaimana yang tersirat dalam tujuan pendidikan yakni membentuk manusia Pembangunan yang ber Pancasil, membentuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rokhani, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggungjawab, menjadi warga Negara yang demokratis dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan disertai budi pekerti yang luhur, mencitai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945  

Minggu, 18 Desember 2011

Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan



Sejarah berdirinya suatu orga­nisasi tidak dapat di­pisah­­kan dari gaga­san dan piki­ran pendirinya. Sebab orang-orang yang kemu­dian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepa­kati dasar dan tujuan organi­sasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwu­ju­dan dari gagasan para pendirinya. PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto. NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asya’ari. Demi­kian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan. Dengan demi­kian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mung­kin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendiri­nya, 

Pandangan KH. Hasyim Asy’ari Terhadap Fanatisme Buta




Oleh; Kholili Hasib

MENYIKAPI isu-isu khilafiyyah yang makin meruncing seperti sekarang ini dan gelombang arus pemikiran yang tidak terarah, KH. Hasyim Asy’ari patut menjadi teladan. Ia pendiri NU yang dikenal tegas terhadap pemikiran di luar Islam, dan menyeru pada pentingnya ukhuwah Islamiyyah.

KH. Hasyim Asy’ari adalah ulama’ kenamaan yang lahir dari darah keturunan para ulama’. Ayahnya, Kyai Asy’ari adalah seorang ulama’ di daerah selatan Jombang yang memiliki pesantren. Kakeknya, Kyai Ustman, terkenal sebagai pemimpin Pesantren Gedang, yang santrinya berasal dari seluruh Jawa, pada akhir abad 19. Ayah kakeknya, Kyai Sihah, juga ulama’, adalah pendiri Pesantren Tambakberas di Jombang.

Rabu, 14 Desember 2011

Tenaga Pengajar Indonesia Belum Berpikir Secara Kreatif

Tenaga pengajar Indonesia dituntut untuk lebih kreatif dalam menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) karena kurikulum tersebut justru memberikan kebebasan dan menggali kreatifitas dalam proses belajar mengajar.

"Sebetulnya kurikulum ini (KTSP) justru menggali kreatifitas guru dan sekolah. Para pengajar bisa saja memakai keahlian dari tokoh masyarakat, ahli industri setempat. Tapi itu tidak terjadi karena guru masih berpikiran pemerintahlah yang memberikan guidance (arahan) atas apa yang harus dilakukan. jadi kreatifitas itulah yang belum terjadi di lapangan," kata Dekan Sampoerna School of Education (SSE), Prof Dr, Paulina Pannen.

Rabu, 16 November 2011

Apel Milad Muhammadiyah ke-102

Pekajangan, Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri Apel Milad Muhammadiyah ke-102 Kabupaten Pekalongan di lapangan HW Pekajangan Gang 7 hari, Jumat 4 November 2011. Apel akbar ini dihadiri oleh para pengurus ranting, cabang dan daerah Muhammadiyah, segenap civitas akademika Muhammadiyah mulai dari tingkat SD hingga sekolah tinggi, serta undangan dari berbagai amal usaha Muhammdiyah. Parade drum band dari berbagai sekolah Muhammadiyahtermasuk SD Muhammadiyah Ambokembang  ikut memeriahkan acara.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Pekalongan menyampaikan Muhammadiyah dalam tempo satu abad lebih telah menjadi organisasi kemasyarakatan yang bergerak di barisan paling depan dalam meningkatkan pendidikan, kesehatan dan amal sosial serta khusus di Kabupaten Pekalongan mulai merambah ke pemberdayaan ekonomi mikro syariah. "Ribuan amal usaha telah didirikan oleh Muhammadiyah mulai dari sekolah, rumah sakit, panti asuhan hingga Baitut Tamwil Muhammadiyah. Selain itu Muhammadiyah juga terlibat aktif dalam dialog lintas agama, lintas peradaban dan dialog Timur, Barat dan Islam", ungkap Wabup.

Fadia Arafiq menambahkan Muhammadiyah dengan spirit pembaharuannya juga telah berjuang untuk mencerahkan, mencerdaskan kehidupan dan membangun karakter umat dan bangsa kita yang harmonis dan berkemajuan beragam dakwah dan tajdid Persyarikatan Muhammadiyah, tiada lain untuk mewujudkan peradaban masyarakat Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. "Peradaban yang mencerminkan nilai-nilai luhur, keteladanan, kemuliaan dan keshalihan sosial sebagaimana cita-cita luhur Muhammadiyah", imbuhnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati mengatakan di awal abad 21 ini, Muhammadiyah memasuki fase kesinambungan perjuangan dalam mengetengahkan Islam sebagai rahmat semesta alam. "Saya berharap memasuki abad ke-2 perjuangannya, Muhammadiyah tetap dapat meneguhkan komitmen gerakannya sebagai pembawa misi Islam yang maju. Muhammadiyah harus selalu tampil di barisan terdepan untuk menjadi agen perubahan yang bersifat transformatif menuju terbangunnya peradaban manusia yang utama. Saya mengajak kepada seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah untuk ikut berperan aktif dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang sejahtera", jelasnya.
.