Pekajangan, Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri Apel Milad Muhammadiyah ke-102 Kabupaten Pekalongan di lapangan HW Pekajangan Gang 7 hari, Jumat 4 November 2011. Apel akbar ini dihadiri oleh para pengurus ranting, cabang dan daerah Muhammadiyah, segenap civitas akademika Muhammadiyah mulai dari tingkat SD hingga sekolah tinggi, serta undangan dari berbagai amal usaha Muhammdiyah. Parade drum band dari berbagai sekolah Muhammadiyahtermasuk SD Muhammadiyah Ambokembang ikut memeriahkan acara.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Pekalongan menyampaikan Muhammadiyah dalam tempo satu abad lebih telah menjadi organisasi kemasyarakatan yang bergerak di barisan paling depan dalam meningkatkan pendidikan, kesehatan dan amal sosial serta khusus di Kabupaten Pekalongan mulai merambah ke pemberdayaan ekonomi mikro syariah. "Ribuan amal usaha telah didirikan oleh Muhammadiyah mulai dari sekolah, rumah sakit, panti asuhan hingga Baitut Tamwil Muhammadiyah. Selain itu Muhammadiyah juga terlibat aktif dalam dialog lintas agama, lintas peradaban dan dialog Timur, Barat dan Islam", ungkap Wabup.
Fadia Arafiq menambahkan Muhammadiyah dengan spirit pembaharuannya juga telah berjuang untuk mencerahkan, mencerdaskan kehidupan dan membangun karakter umat dan bangsa kita yang harmonis dan berkemajuan beragam dakwah dan tajdid Persyarikatan Muhammadiyah, tiada lain untuk mewujudkan peradaban masyarakat Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. "Peradaban yang mencerminkan nilai-nilai luhur, keteladanan, kemuliaan dan keshalihan sosial sebagaimana cita-cita luhur Muhammadiyah", imbuhnya.
Lebih lanjut Wakil Bupati mengatakan di awal abad 21 ini, Muhammadiyah memasuki fase kesinambungan perjuangan dalam mengetengahkan Islam sebagai rahmat semesta alam. "Saya berharap memasuki abad ke-2 perjuangannya, Muhammadiyah tetap dapat meneguhkan komitmen gerakannya sebagai pembawa misi Islam yang maju. Muhammadiyah harus selalu tampil di barisan terdepan untuk menjadi agen perubahan yang bersifat transformatif menuju terbangunnya peradaban manusia yang utama. Saya mengajak kepada seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah untuk ikut berperan aktif dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang sejahtera", jelasnya.
.
MAJLIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN KABUPATEN PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH
Rabu, 16 November 2011
Senin, 31 Oktober 2011
Nadhiroh Raih 2 Emas 2 Perak
Nadhiroh,bersama Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, MSi. merupakan Atlet masa depan Kabupaten Pekalongan yang beralamat di Ambokembang Gang 6 bersama dengan tiga atlet lain dari Jawa Tengah yang tergabung dalam Tim Indonesia I, berhasil meraih 2 emas dan 2 perak dalam Olimpiade Pelajar tingkat Asia Tenggara (Asean Primary School Olympiad/ APSSO) yang diselenggarakan di Yogyakarta, 13-19 Oktober lalu.
Minggu, 23 Oktober 2011
Rabu, 12 Oktober 2011
Tugas Guru Mata Pelajaran
A. Latar Belakang
Kewajiban guru sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru Pasal 52 ayat (1) mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok. Dalam penjelasan Pasal 52 ayat (1) huruf (e), yang dimaksud dengan “tugas tambahan”, misalnya menjadi pembina pramuka, pembimbing kegiatan karyailmian remaja, dan guru piket.
Lima Cara Yang Dilakukan Guru Untuk Belajar
Perubahan paradigma pendidikan yang cukup dramatis pada saat sekarang ini, mau tidak mau menuntut para guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan perubahan yang ada. Salah satu cara yang efektif agar dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan perubahan yang ada yaitu melalui belajar secara terus menerus. Dengan demikian, tuntutan untuk belajar tidak hanya terjadi pada siswa yang dibelajarkannya, tetapi guru itu sendiri pun justru dituntut untuk senantiasa belajar tentang bagaimana mengajar yang baik. Banyak cara yang bisa dilakukan guru untuk belajar, diantaranya:
1.Guru belajar dari praktik pembelajaran yang dilakukannya
2.Guru belajar melalui interaksi dengan guru lain
3.Guru belajar melalui ahli/konsultan
4.Guru belajar melalui pendidikan lanjutan dan pendalaman
5.Guru belajar melalui cara yang terpisah dari tugas profesionalnya.
Mencoba Untuk Menjadi Guru Yang Berkarakter
Upaya implementasi pendidikan karakter di sekolah, tentu tidak lepas dari peran guru. Berdasarkan kajian teoritis maupun empiris diyakini bahwa keberhasilan pendidikan karakter salah satunya diwarnai oleh faktor guru itu sendiri.
Barangkali atas dasar itulah, Dr. Uhar Suharsaputra, menghadirkan pemikirannya yang dituangkan dalam buku terbarunya berjudul “Menjadi Guru Berkarakter” yang diterbitkan Paramitra Publishing Yogyakarta, Agustus 2011.
Guru Yang Efektif
Mengutip pemikiran Davis dan Margareth A. Thomas dalam bukunya Effective Schools and Effective Teachers, Suyanto dan Djihad Hisyam (2000:29) mengemukakan tentang beberapa kemampuan guru yang mencerminkan guru yang efektif, yaitu mencakup :
1. Kemampuan yang terkait dengan iklim kelas :
- memiliki kemampuan interpersonal, khususnya kemampuan untuk menunjukkan empati, penghargaan kepada siswa, dan ketulusan;
- memiliki hubungan baik dengan siswa;
- secara tulus menerima dan memperhatikan siswa;
Langganan:
Postingan (Atom)


